Pikiran Na tiba-tiba saja
melayang seketika melihat seorang perempuan tua yang duduk di pinggir jalan itu
sambil menengadahkan tangannya. Sekian meter lagi ia akan sampai di depan ibu
itu, entah akan sama dengan sebagian besar orang yang dari tadi lewat begitu
saja tanpa mempedulikannya, atau datang sebagai salah satu dari sedikit orang
yang mendekati ibu itu lalu mengulurkan tangannya yang memegang beberapa keping
uang recehan.
Selasa, 14 Mei 2013
Senin, 15 April 2013
"Ibu Kangen...."
“Kadang, ibu kangen kumpul-kumpul lagi kayak
dulu...”
Hatiku berdesir mendengar kata-kata itu
tertulis layar monitor laptopku. Pesan dari seorang wanita, seorang ibu, salah
satu wanita yang paling kusayangi setelah ibuku. Sama sepertinya, aku juga
rindu. Rindu masa-masa indah itu, rindu dengan bahagia itu, dan rindu pada
kasih sayang itu.
Pisah, kata itulah yang menjadi alasan
terhadap rindu ini. Pisah, kata yang menciptakan jarak diantara dua keluarga,
yang sebetulnya masih sama-sama mendamba untuk kembali menyatu. Pisah, membentangkan
samudera rindu tanpa pantai.
Aku benci dengan kata itu, sungguh. Benci sekali.
Kalau bukan karena pisah, pasti semua ini takkan terjadi. Kalau tak ada pisah,
maka takkan pernah ada rindu ini, takkan pernah ada perasaan ini.
Coba lihat apa yang terjadi dulu. Bersama,
bersatu, saling mencintai, saling menjaga, dan saling memiliki. Kebahagiaan selalu
ada di hadapan kita. Sekarang?
Ah, entahlah. Kini aku menanyai sendiri,
kenapa pisah?
Cuma mereka dan Tuhan yang tahu. Selebihnya,
hanya kata-kata “katanya” yang memenuhi otak kita, meracuninya dengan segala
prasangka.
Cuma satu yang aku tahu, aku sangat mencintai
wanita itu. Sangat mencintai.
Now Playing: Broken Vow
(titip rindu buat cinta, kenapa kamu pergi?)
Senin, 18 Maret 2013
AKU DAN NIKE ARDILLA
19 Maret adalah hari yang selalu kunantikan. Hari
dimana matahari bersinar begitu cerah, langit begitu terang, burung-burung pun
seakan berkicau merdu untukku. Tak jarang memang, kulalui hari itu dengan tanpa
hadiah satu pun. Namun, bukan itu yang kumau. Kerena bagiku, bahagia bukan
berarti penuh dengan kado, ucapan, dan surprise dari orang-orang terdekat.
Bukan, bukan itu…..
Meskipun begitu setiap tahun aku selalu menemui
sesuatu hal yang pasti ada di hari itu. Bukan, sekali lagi bukan karena
ucapan atau kado ulang tahun, tetapi karena Nike Ardilla.
Ya, karena dia.....
Langganan:
Postingan (Atom)