Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2018

#MyShelf Eleanor & Park karya Rainbow Rowell: Dua Kutub Yang Jatuh Cinta Satu Sama Lain

Novel Eleanor & Park karya Rainbow Rowell

Park couldn’t think of a way to get rid of her on the bus. Or a way to get rid of himself. So he put his headphones on before the girl sat down and turned the volume all the way up.
Thank God she didn’t try to talk to him.

Pernah dengar bahwa memakai headphone di kendaraan umum sama saja dengan memasang papan peringatan “dilarang mengajak ngobrol”? Bagaimana jika kita justru bertemu dengan orang yang mendengarkan hal yang sama dengan kita, menyukai apa yang kita sukai, antusias pada apa yang kita gemari? Akankah papan peringatan itu tetap tertempel seperti yang sudah-sudah?

Saya lupa dari mana persisnya saya tahu buku ini. Yang jelas, lewat buku inilah saya berkenalan dengan sang penulis, Rainbow Rowell, yang sebelumnya tak pernah saya dengar namanya. Selain Eleanor & Park yang kali pertama rilis pada 2012, ia juga menulis beberapa novel lain, salah satunya yang masuk daftar TBR saya, Fangirl.

Ada beberapa hal yang bikin saya jatuh cinta dengan buku ini. Okay, saya breakdown satu per satu ya.

Jumat, 30 Desember 2016

Dibuai Déjà vu (Review Novel After You oleh Jojo Moyes)

Kisah Lou Clark di Me Before You sebetulnya bisa dikatakan selesai. Ia bukanlah sebuah cerita yang memang diseting sebagai pembuka sebuah seri. Tetapi kesuksesannya menjadi best-selling novel hingga major picture akhirnya menggugah Jojo Moyes untuk melanjutkan kisah tokoh Lou ke dalam novel sekuel berjudul After You.

Kamis, 14 April 2016

Slow But Sure, Review of "KOMA" by Rachmania Arunita

Buku yang AKHIRNYA selesai dibaca malam ini adalah “KOMA”, buku keempat Rachmania Arunita. Buat yang masih agak asing sama namanya, nih aku sebutin karyanya yang hits banget waktu itu: “Eiffel I’m in Love”. Sekarang udah ngeh kan? Karyanya yang aku sendiri paling suka adalah kumcer “French Secret”, setelah nonton film pendek yang diadaptasi dari salah satu cerita di buku itu.

Novel ini terbilang lama, cetakan pertama tahun 2013. Aku sendiri baru beli bulan Maret kemarin, dan menyelesaikannya di pertengahan April ini. Baca novel ini lumayan butuh konsentrasi gitu sih, soalnya tiap kalimatnya kaya, sayang aja kalo baca tapi nggak diresapi (tsaah). Dan, ya… butuh waktu satu setengah bulan buat ngrampungin si kover putih ini, tentu juga karena gue lagi hectic ngerjain skripsi de el el (curhat map).

Well, buat kalian yang udah nebak-nebak isi ceritanya, ini aku tuliskan synopsis yang ada di sampul belakang ya:

Sabtu, 16 Januari 2016

Perjalanan Belum Usai: Review of Faith and the City by Hanum Salsabiela and Rangga Almahendra

Malam ini ditutup dengan khatamnya bacaan yang saya beli bulan lalu, Faith and the City karya Hanum Salsabiela dan Rangga Almahendra. Saya mengikuti kedua penulis ini semenjak 99 Cahaya di Langit Eropa booming di jagat sastra nasional. Buku best seller itu kemudian diikuti dengan kumpulan cerita Berjalan di Atas Cahaya lalu lahirlah Bulan Terbelah di Langit Amerika yang bahkan sudah bisa kita nikmati versi layar lebarnya.
si pirus yang cantik

Perjalanan Hanum dan Rangga sampai di Kota New York, salah satu kota tersibuk di dunia. Saya jadi ingat, Liz Gilbert (diperankan oleh Julia Robert) di Eat, Pray, Love (2010) menyebutkan kata “ambission” kala mendeskripsikan kota asalnya tersebut. Ya, hal itulah yang coba dijabarkan di dalam buku ini, lewat kelanjutan kisah sepasang suami-istri yang (pada awalnya) berada di Amerika untuk urusan pekerjaan.