Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 September 2013

Nasib Bunga



kenapa kau meragu, wahai bunga
di kepak sayap kumbang terselip berjuta asa
sedang janjinya selalu ia ujarkan
tinggal kau turuti, tinggal kau ikuti

kenapa masih juga kau ragu, wahai bunga
di sekelilingmu ilalang tak henti bernyanyi
membujukmu untuk ikut kekasih
hanya tinggal satu kata, “ya” kau ucapkan

bunga, waktu pasti segera berlalu
manis madumu ‘kan menggetir
tegak mahkotamu ‘kan melayu
dan wangimu ‘kan meluruh

lalu tunggu apa lagi
Ketika sempurna sudah lama jadi milikmu?

Minggu, 27 Januari 2013

-tanpa judul- :)


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hari ini, akhirnya saya punya keberanian untuk meng-share tulisan ini. Di dalamnya ada kata-kata yang saya ganti, yaitu "dua puluh tahun" yang tadinya "belasan tahun". I'm looking forward for your advice, guys. Enjoy!

“Kita Telah Sampai”

Mega mengiringi perjalanan hari demi hari yang serasa begitu cepat,
Tak terasa, dua puluh tahun sudah kita berjalan
Bersama
Menapaki satu per satu langkah yang terkadang berat
Bersama jua
Apapun ‘kan kita lalui
Semata karena cinta yang semakin meradang di hati
Menyeruak di alam asing yang dingin, sepi
Seindah janji sehidup-semati kepada Ilahi

Beribu padang telah kita lewati
Beribu gelombang jua telah kita hadapi
namun kini yang ada di depan mata ialah,
kebahagiaan

Dan perlahan kita ‘kan temui
Akhir dari perjalanan panjang ini
Kau dekap aku lalu kau kecup keningku
Lirih, katamu
“kita telah sampai”

Dan kini biarkanlah
Anak-anak kita
‘kan berlari menyusul ayah-ibunya

Sementara kita baru tersadar
Selama ini, kita
Hidup penuh bahagia


> teruntuk dua pahlawan yang ‘kan hidup selamanya di hatiku
“Cinta kalian-lah yang telah membuat semua ini, nyata….”

Jumat, 20 April 2012

15 April 2012

Tuhan, biarkan aku menari
Sampai lepas esok hari
Karena jika aku mati
Aku tak akan kembali

Tuhan, izinkan aku bernyanyi
Mengejar mimpi tinggalkan sunyi
Sebab nanti bila senjaku pergi
Tak mungkin ia ‘kan terbit lagi

Tuhan, biarkan dulu mimpiku usai
Biar dulu bahagia kugapai
Biar damai dapat kucapai
Saat tiba waktuku sampai.